Kurang lebih sebulan yang lalu mama mengalami batuk sesak
nafas. Batuknya sedikit berdahak. sedangkan sesaknya itu, dada seperti dibebet
stagen super ketat dan leher rasanya seperti setengah tercekik. Rasa – rasanya baru
kali ini mama mengalami batuk sesak nafas seperti ini. Meskipun punya riwayat
asma, tapi sesak nafas kali ini bukan asma, I know it.
Meskipun pelupa, tapi mama inget banget awal mula batuk sesak
nafas ini terjadi setelah membersihkan kamar mandi. Saat itu mama lagi semangat
banget membersihkan kamar mandi. Kebetulan tekanan air juga lagi kenceng –
kencangnya. Sehingga semprotan – semprotan air yang ditujukan ke lantai dan dinding
kamar mandi akhirnya mantul – mantul dan kayaknya kehirup juga sama hidung.
Mungkin saat itu ada juga kuman – kuman atau virus yang ikut terhirup sehingga
membuat mama jadi batuk sesak nafas, huhu.
Batuk sesak nafas kali ini cukup mengganggu aktivitas ya. Selain
itu juga bikin lemot, tidurpun harus dengan beberapa tumpuk bantal yang
menyangga kepala supaya lebih enak bernafasnya.
Qadarullah obat batuk yang biasanya selalu jadi andalan
stocknya habis di beberapa toko. Sehingga selama seminggu pertama mama cuma banyak
minum air hangat, minum madu, minum perasan lemon, dan membalur minyak kayu
putih di area leher dan dada. Sayangnya nggak ada perubahan yang signifikan,
batuk sesak nafasnya masih saja terasa.
Akhirnya berobatlah mama ke dokter THT di salah satu rumah
sakit swasta di kota Bogor. Oleh pak dokter, mama dirujuk untuk foto Thorak
atau rontgen paru. Setelah dilihat hasil sementaranya, kata dokter kondisi mama
so far so good. Cuma sedikit radang saja di amandel tanpa bisa banyak menjelaskan
sesak yang mama rasakan itu penyebabnya apa. Oleh dokter THT tersebut mama
diberi 6 macam obat dari kaplet sampai sirup, yaitu obat batuk, obat pilek, antibiotik,
antiradang, vitamin dan antioksidan. Minum obat udah kayak gado – gado aja
beraneka ragam, hadeh.
Yang bikin nyesek di dada semakin nyata adalah ketika
melihat tagihan rumah sakit yang bikin hampir pingsan. 2 juta rupiah maaak
untuk semuanya. Hati menjerit, tapi untungnya dicover asuransi. Tapi buat mama
tetap kemahalan ya untuk hasil diagnose batuk sesak nafas yang katanya nggak
kenapa – kenapa itu. Kalau dirupiahin bisa
buat belanja supermarket sebulan tu mak.
Keesokan harinya mama mengambil hasil rontgen yang sudah
dilengkapi dengan diagnose dokter radiologi. Dan terkezutlah mama karena
hasilnya seperti di bawah.
Waktu ayah baca suspect diagnose itu ekspresinya lebih
terkezut lagi sambil ngaleweng, ngalamun dan sedih – sedih gimana gitu. Ada
kali setengah jam bertapa mencari petunjuk dan wangsit dari mbah google tentang
Bronkitis dan TB paru atau Tuberkolosis atau TBC.
Dikutip dari alodokter, Bronkitis adalah peradangan yang
terjadi pada saluran utama pernapasan atau bronkus dengan gejala lemas, demam,
sesak napas, sakit tenggorokan, sakit kepala, hidung tersumbat, dan badan
terasa pegal-pegal. Penyebab umumnya adalah virus ayng menyerang sel – sel –
bronkus. Ada 2 jenis bronchitis, yaitu
- Bronkitis
akut. Kondisi ini umumnya dialami oleh anak berusia di bawah 5
tahun. Bronkitis tipe akut biasanya pulih dengan sendirinya dalam waktu
satu minggu hingga 10 hari. Namun, batuk yang dialami dapat berlangsung
lebih lama.
- Bronkitis
kronis. Bronkitis tipe ini biasanya dialami oleh orang dewasa
berusia 40 tahun ke atas. Bronkitis kronis dapat berlangsung hingga 2
bulan, dan merupakan salah satu penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
Sedangkan TBC Paru – paru adalah penyakit menular paru-paru yang
disebabkan oleh basil Mycobacterium tuberculosis. Gejalanya batuk, berat badan
turun, tidak nafsu makan, demam, keringat di malam hari, batuk berdarah, nyeri
dada, dan lemah. Jenis batuk juga bisa berdahak yang berlangsung selama lebih
dari 21 hari.
Setelah menyaring informasi – informasi yang ada, mama jadi
sedikit lebih tenang karena keluhan yang mama rasakan tidak banyak. Cuma batuk
sesak nafas aja, plus pegel – pegel karena kalau batuk – batuk melulu kan bikin
badan pegel – pegel ya. Nggak ada demam, nggak muntah, nggak pusing. Tidak
bermaksud mendahului dokter. Tapi InsyaAllah sih bukan TBC. Kalaupun bronchitis
sepertinya ya bronchitis akut yang nggak terlalu mengkhawatirkan dan bisa pulih
dalam beberapa waktu.
Prosedur yang benar seharusnya mama ke dokter paru untuk
konsultasi lebih lanjut soal hasil diagnose foto thorax tersebut. Tapi
berhubung mama sudah ilfeel dengan tagihan biaya rumah sakit sebelumnya, akhirnya
Bismillah coba home treatment dulu di rumah. Kalau tidak reda juga baru
berkunjung ke dokter lagi rencananya.
Obat dari dokter THT kemarin tetap mama minum dan habiskan
karena sayang banget kan udah mahal – mahal ditebus masak dianggurin, hahah.
Selain itu usaha – usaha lain yang mama lakukan untuk mengatasi batuk sesak
nafas secara mandiri antara lain :
Bekam
Kurang lebih sudah 10 tahun ini mama mengenal bekam.
Biasanya mama bekam kalau badan udah nggak enak, pundak kenceng nggak karuan,
atau masuk angin dan flu. Metode bekam ini intinya mengeluarkan darah kotor
yang tidak terpakai di pembuluh darah. Biasanya setelah bekam badan mama jadi
lebih enakan karena peredaran darah lebih lancar. Pegel – pegel berkurang,
begitupun kalau lagi pusing juga biasanya berkurang.
Setelah bekam kali ini juga badan lebih entengan. Kata
terapisnya, darah kotor yang di area paru – paru memang lumayan banyak. Entah
sugesti atau apa, sesak nafas yang mama rasakan memang sedikit berkurang
meskipun masih terasa nggak nyaman buat bernafas. Ngganjel gitulah rasanya.
Tapi rasa setengah tercekik di leher sudah berkurang banget.
Madu Pahit
Saat bekam, terapisnya menganjurkan mama untuk minum madu
pahit. Madu pahit ini sebenarnya madu yang dicampur dengan berbagai macam
herbal lainnya. Manfaatnya sih lebih untuk menjaga kesehatan badan ya. Tapi
katanya bagus juga untuk batuk. Karena mama suka yang herbal – herbal akhirnya
mamah iyaiin aja. Harusnya sih aturan minumunya 3 kali sehari 3 sendok makan.
Berhubung sudah kebanyakan minum obat macam – macam akhirnya mama cuma minum
sekali saja sebelum tidur. Wallahu alam gimana reaksinya ke badan.
Tapi madu ini
memang rasanya pahit banget. Yang nggak terbiasa minum pasti mukanya langsung
jelek banget waktu pertama kali nyobain madu pahit ini. Ya nggak heran rasanya
pahit, wong ternyata ada campuran brotowali di dalamnya, ngoahahah.
Ramuan Jahe Kencur
Ramuan jahe kencur ini mama dapatkan di akun Youtube Ragam
Indonesia. Ramuan aslinya sih jahe dan gula merah saja. Testimoninya banyak
yang bilang berhasil mengatasi seseknya dengan ramuan ini.
Cara membuatnya gampang banget. Cuma jahe diparut, diperes sampai
keluar sari jahenya, ditambahkan gula merah lalu direbus sampai mengental.
Aturan pakainya diminum 3 kali sehari 1 sendok makan saja.
Mama sedikit berkreasi dengan menambahkan kencur. Jadi kalau
yang mama buat ini dari ½ kilo jahe, ¼ kilo kencur dan 2 blok gula merah.
Berhubung tak sanggup memarut karena ketika mencoba memarut tangan ikut keparut
– parut juga, akhirnya bahan – bahan tadi mama blender dengan sedikit air,
diperes, lalu direbus dengan gula merah. Hasilnya kurang lebih 500 ml. Mama minumnya
suka – suka hati gak sesuai aturan yang direkomendasikan, hahah. Pokoknya pas
berasa batuk – batuk nggak enak, mamah minum sesendok. Dalam sehari ada kali 10
sendok, hahahah. Sejauh ini aman – aman aja sih. Kurang lebih 500 ml ini habis
dalam seminggu.
![]() |
Tapi memang lhoh, waktu minum jahe kencur ini tenggorokan rasanya panas anget dan dahak – dahak berasa mencair. Tapi nggak langsung sembuh juga. Yang alami seperti ini memang butuh proses ya.
Susu Bear Breand
Susu beruang alias Bear Breand ini daridulu memang terkenal
khasiatnya untuk menjaga kesehatan. Kalau lagi sakit atau pemulihan pasca sakit
biasanya bagus banget kalau diselingi minum susu beruang ini. Dan susu beruang
ini konon katanya bagus untuk memelihara kesehatan paru – paru sehingga banyak
diminum oleh perokok. Katanya lho ya. Mama sebenarnya nggak kepikiran untuk minum
susu beruang ini kalau nggak diingetin Uti untuk minum tiap malam sebelum
tidur. Karena lumayan mihil, sebotol bisa 8000-9000an kalau nggak promo, mama cuma
minum seminggu saja.
Minyak Kayu Putih Hijau Buru
Waktu tantenya Una Kira dinas ke Ambon, mama dikasih oleh –
oleh minyak kayu putih murni khas Ambon yang khasiatnya mirip minyak kutus –
kutus. Bisa untuk mengobati kembung, flu, batuk, masuk angin dan lain – lain.
Namanya minyak kayu putih Hijau Buru. Minyak kayu putih ini tu seger banget,
beda sama minyak kayu putih umum yang biasa mama beli di warung. Dan pernah
dong, suatu ketika Kirana minum es, terus batuk – batuk kan. Sepanjang malam
waktu tidur dia batuk – batuk terus, mama baluri pakai minyak kayu putih hijau
buru qadarullah besoknya udah nggak batuk – batuk lagi.
Waktu minyak kayu putih
Hijau Buru ini habis galau banget mama, mencari di olshop ada banyak yang jual
sebenarnya, tapi nggak sama dengan oleh – oleh dari tantenya Aruna. Tapi akhirnya
mama tetap beli juga buat stok dirumah. Nah selama batuk sesak nafas ini mama
juga baluran terus sama minyak kayu putih Hijau Buru ini. Lumayan sih, anget – anget
gitu di dada dan leher. Uap yang kehirup juga bikin tenggorokann agak lega.
Obat Batuk Cap Ibu dan Anak
Setelah ramuan jahe kencurnya habis, mama males banget mau
bikin lagi. Lagian keluhan batuk sesak nafasnya juga udah banyak berkurang
banget. Kebetulan obat yang dari dokter THT juga sudah habis jadinya mama balik
lagi ke obat batuk langganan yang biasanya mama minum kalau lagi batuk dan flu.
Berhubung di toko – toko stoknya pada habis, mama coba beli online dan
alhamdulillah stoknya ada. Mama suka obat ini karena komposisinya 100% herbal,
rasanya juga enak. Dan obat batuk ini juga katanya bagus untuk memelihara
kesehatan paru – paru sehingga aman diminum setiap hari. Sekali lagi, katanya
lho ya. Kalau mama cocok – cocok aja minum obat batuk cap ibu dan anak ini.
Anak – anak juga doyan
Istirahat Cukup
Selama ini mama biasa bergadang setiap hari, paling cepet
itu tidur jam 11 malam. Karena kalau ingin bebas me time sampai jungkir balik
ya waktunya cuma malam hari waktu anak – anak sudah tidur. Nah, mama banyak
dinasehatin sama ayah untuk istirahat yang cukup selama batuk sesak nafas ini.
Supaya cepat pulih. Meskipun rasanya berat banget harus tidur di awal waktu,
akhirnya mama berusaha sadar diri dengan tidur lebih cepat. Cuma bertahan
seminggu aja sih, tidur jam 8 bangun jam 4, pas tidur 8 jam sesuai anjuran
kesehatan. Selanjutnya mulai bandel lagi begadangan, wakakak. Tapi memang lhoh,
tidur berkualitas itu bikin badan seger. Dan saat itu kondisi batuk sesak nafas
mama banyak membaik. Alhamdulillah.
…
Sekarang kurang lebih sudah sebulan sejak keluhan batuk sesak
nafas pertama kali dirasakan. Alhamdulillah sekarang sudah sembuh. Sudah nggak
kayak dicekek dan distagenin lagi. Batuknya juga sudah hilang, *sujudsyukur*.
Semoga artikel ini bermanfaat ya. Terima kasih sudah mampir J.
saya seringnya pakai madu atau obat batuk herbal ..plus istirahat..alhamdulillah ga sampai ke dokter..
ReplyDeleteSaya juga biasanya gitu, tapi karena ada sesak nafas jadinya ke dokter :)
DeleteBatuk berdahak memang menganggu banget ya mbak, aktivitas juga jadi ikut terganggu. Musim pancaroba gini banyka yang terkena batuk juga.
ReplyDeleteAneka obat herbal bisa digunakan juga untuk mengatasi batuk ya. Allhamdulillah kalau sekarang sudah sembuh dari batuk berdahaknya, sehat selalu ya mbak.
Terima kasih mbak.. alhamdulillah sudah sembuh
DeleteMba, aku sedang kena bronchitis jadi dulu saat SMA 17 tahun silam aku kena lah skrg bangkit lagi :( aku juga sesak dan batuk terus langsung ke internist (spPD) alhamdulilah biayanya ga sampe 2 juta mba buset deh itu mahal bener mba aku aja sama biaya rontgen, terapi uap, cek darah 450ribuan hehehe *ini komen bikin mamah sesek lagi ya inget2 biaya berobat hehehe,,
ReplyDeletesekarang aku belum check up lagi tapi masih terapi minum herbal dan madu mba semoga aku dan mamah mba lekas sehat aamiin
ya ampyun murah bangeet itu, makanya aku gk balik ke dokter dulu coba obatin sendiri, hehe.. sehat2 juga ya mbak :)
DeleteWah suami aku kalo lagi batuk batuk juga suka minum madu pahit, walaupun rasanya nggak enak tapi buat badan jadi enak. Hehehehe. Makasi infonya ya maaaaak
ReplyDeletesama - sama mbaak, madu pahit emang pahit2 gitu ya
DeleteAlhamdulillah udah hilang ya batuknya mama. Lengkap banget mbaa. Bermanfaat. Klo adik aku yg kena flek aja lumayan ribet. Ini obat si mama ada 6 macam. Luar biasa tapi mama rajin ya mau minum sgala macam.
ReplyDeleteMadu pahit aku blm pernah nyobain. Penasaran, bagus ya katanya mbaa
Dulu pernah kena flek juga harus minum obat tanpa putus selama setahun, emang ribet kalo udah flek, hehe. Kalo madu pahit ada habbatussauda dan propolisnya insyaAllah banyak manfaatnya :)
DeleteWah, banyak juga ya yang bisa jadi alternatif obatnya. Sejauh ini, kalo aku sesak napas, aku paling cuma diem, tarik napas dalam2, mencoba tenang. Meski makan waktu, tapi akhirnya reda. Bisa dicoba deh nanti cara ngatasin di atas kalo sesakku kambuh lagi.
ReplyDeleteMudah2an bukan sesek kenapa2 ya, cobain aja ramuan jahenya mbak, kayaknya itu yang paling manjur
DeleteNaaah, obat batuk cap ibu dan anak nih yang terkenal banget. Aku baru tau kalau bekam juga bisa membantu. Kalau dipikir-pikir ya masuk akal juga sih karena kan mengeluarkan darah kotor, ya.
ReplyDeleteBtw mba salam kenal. Suka deh liat template blognya. Antimainstream
Aku pernah mbak kena bronkitis berat, pengobatan beberapa bulan minum minyak ikan dicampur jeruk lemon. Alhamdulillah sembuh dan ga kambuh-kambuh. Sekarang buat jaga kesehatan, ditambah dengan senam paida, menepuk-nepuk titik meridian pernapasan.
ReplyDeleteAlhamdulillah kalo udah sembuh ya. Senam paida itu apa mbaak, kepo nih. Boleh lho dibikin artikelnya, nanti aku pasti berkunjung, hehe
DeleteAku juga rutin bekam mak, Alhamdulillah punya suami yang pro sama pengobatan ala Rosul, sampe beli peralatan bekam nya. Trus aku diajarin cara ngebekam sama suami. Kalau habis dibekam itu memang rasanya jadi lebih enteng..
ReplyDeleteBener banget, habis bekam tu enteng banget rasanya. Bahagianya mbak bisa bekam sendiri dirumah.. kalo suamiku takut dibekam, udah parno duluan liat gambar di internet
DeleteAku kalau batuk juga suka konsumsi kencur sama madu, Mbak. Buat anak-anak juga. Susu Bear Brand juga lumayan membantu, menurutku sih, karena kata temenku juga enggak. Jadi kayaknya cocok-cocokkan. Nah, kalau bekam aku belum pernah, tapi biasanya habis pijat jadi lumayan mendingan. KArena batuk bisa juga karena otot yang tegang.
ReplyDeletepijet juga kayaknya melancarkan peredaran darah ya mbak, apalgi kalau pakai minyak urut yang panas, makanya bikin badan jadi enakan ya
DeleteKebayang anget segernya jahe kencur, nih. Lekas sembuh buat Mama, yaaaa.
ReplyDeleteApapun dilakukan agar bisa sembuh ya, Mbak. Obatnya banyak sekali hehehe..
ReplyDeleteEh, itu ada obat batuk andalan keluarga saya juga, obat Cap Ibu dan Anak. Karena rasanya manis, jadi anak-anak gampang kalau disuruh minum obat.
Namanya juga usaha, macam2 herbal dicobain, hehe.. Banyak yang pakai juga ya obida ini, tapi kadang susah juga nyarinya..
DeleteAlhamdulillah sudah sembuh setelah banyak cara ditempuh. Aku kadang batuk sampai sesak. Belum periksa sih karena itu gak sering. Semoga bukan apa2 dan tetap dibantu pengobatan alami dulu
ReplyDeleteSemoga ibu cepat sembuh ya, pengobatannya lancar aamiin..kebayang tersiksanya kalau sesak napas :(
ReplyDeleteTerima kasih mbak :)
DeleteWoww, kalau sudah sakit 2 juta pun harus direlakan ya, Mam. Semoga lekas sehat kembali. Saya pernah bikin ramuan jahe kencur itu buat anak, waktu itu dia sempat batuk berdahak lumayan lama dan kelihatannya menyiksa banget. Pas saya cobain, eh, rasaya lumayan juga saya kok jadi doyan hahahaha.
ReplyDeleteKalau aku sama suami lagi batuk, juga pake jahe kencur, cepet banget sembuhnya ya
ReplyDeleteAku paling sebel kalo udah batuk, Pasti sembuh nya lama, udah gitu bikin capek, badan pegel2 gara2 batuk2 terus.
ReplyDeleteKalo aku lebih suka minum jahe hangat mba sama nalurinya minyak kayu putih.
Duh nyesek bgt ya biaya berobat nya Ampe 2 juta. Untung gak pingsan.. heehhe
Dulu aku sering bekam
ReplyDeleteSehat buat otot dan juga seringnya kepala saya sudah jarang pusing lagi meski banyak DL menanti.
Terima kasih infonya. Selama ini saya kalau batuk makan kencur mentah. Cuma dikupas saja lalu dikunyah-kunyah. Awal makan dih getir nggak enak di mulut. Tapi terasa enak di tenggorokan.
ReplyDeleteAku punya semua yang ditulis mba di postingan ini karena penyakit aku sama kaya penyakit mama
ReplyDeleteMembantu sekali mba infonya, terimakasih 🙏🙏. Soalnya aku juga sering kambuh batuk sesak nafasnya, sampe perut pegel.
ReplyDelete