![]() |
Sumber gambar : freepik.com |
Di balik sikap kalem dan jaimku yang sesungguhnya pencitraan itu, aku mewarisi sifat pelupa yang kudapat dari ayahku.
Ya, pelupa itu nama tengahku. Diar ‘pelupa’ Ronayu Kharisti.
Aku sendiri baru benar – benar menyadari sifat pelupa ini saat masa kuliah dulu. Tak banyak yang tahu selain teman – teman dekatku saja. Pokoknya kalau aku sudah pasang muka panik, ngubek – ngubek tas sambil ndremimil, “Hapeku mana ya? Kunciku mana ya? Flashdiskku kok ilang ya? Dompet kebawa nggak ya?”, itu artinya sifat pelupaku lagi kumat.
Tapi untungnya aku punya teman – teman super baik yang suka mengingatkanku. Ema dan Vina, dua teman kosku ini yang sabarnya paling nggak kira – kira ke aku. Dulu itu, Saking dedelnya sifat pelupaku , mereka sampai pernah berkomentar seperti ini, “Di, ntar kalau kamu udah punya anak, kalau jalan – jalan ke mall anaknya jangan sampe kelupaan ya.”.
Sedikit cerita
Jadi, saat kuliah dulu, aku seriiiing banget lupa membawa pulang flashdisk yang masih menancap di computer lab. Sering kebingungan mencari kacamata selepas wudhu. Sering tak sengaja memakai sandal saat kuliah (note : saat kuliahku dulu harus memakai sepatu). Saat pulang ke kosan juga beberapa kali sering mendapati kunci kosan yang ternyata masih menancap di pintunya sepanjang aku bepergian.
Lupa menaruh motor saat parkir dengan kunci yang masih nancep di jok belakang juga pernah.
Paling epic itu, saat mau ambil uang di atm lalu tiba – tiba PIN-nya lupa begitu saja. Blank aja gitu. Apesnya, aku tak mencatat PIN ku itu untuk kejadian seperti ini. Ditemani Vina temanku, akhirnya kami jalan kaki puter – puter kampus sambil mengingat – ngingat lagi PIN ATM yang terlupa itu.
Allahu Akbar, ternyata sebegitu parahnya aku dulu. Ditambah dengan sifat cuek dan nggak pekaku itu, ya nggak heran kalau dulu jadi jomblo karatan, hahaha.
Kalau untuk saat ini, yang sering terjadi di rumah sih aku sering banget lupa menaruh dompet, kacamata atau handphone. Dan kadang – kadang mereka seringkali ditemukan di tempat – tempat ajaib. Seperti di tumpukan jemuran, di atas dispenser, di atas kulkas, dan lain – lain.
Suamiku itu dari yang mulanya peduli banget bantu mencari, sampai yang akhirnya cuma duduk di sofa sambil geleng – geleng kepala ngeliatin istrinya mondar mandir tawaf muterin rumah lepas wudhu buat nyari kacamata yang lupa ditaruh dimana, heuheu.
Kalau untuk ingatan – ingatan di masa lampau, sifat pelupaku ini juga pilih – pilih. Ada yang nempel banget di memori, ada juga yang bablas.
Contoh memori yang bablas itu, salah satunya saat reuni dengan teman – teman pramuka SMA. Saat mereka asik ketawa – ketawa ngobrolin satu event saat pramuka dulu, aku cuma bengong aja gaes. Nggak ngerti mereka ngomong apa karena bener – bener lupa waktu event itu kita ngapain aja.
Begitupun dengan guru – guru dan teman – teman SD hingga kuliah. Aku cuma bisa mengingat segelintir saja yang memang sering berinteraksi denganku.
Pernah dong suatu ketika, aku update status di media sosial. Lalu statusku itu dikomentari oleh seorang teman yang sepertinya kenal aku. Dan parahnya aku nggak inget dia sama sekali. Sekalipun akhirnya aku tahu kalau ternyata kita dulu temen sekolah, aku tetep nggak inget juga T_T.
Yang paling parah ya ketika statusku dikomen oleh seorang ibu. Kupikir saudara jauh darimana, sampai kutunjukkan fotonya ke bapak dan ibuku. Belakangan setelah berlagak jadi detektif aku baru nyadar kalau beliau itu guru ngajiku sepuluh tahun yang lalu, Allahu Akbar T_T.
Jadi buat teman – temanku, kalau suatu saat kita bertemu dan aku hanya diam membisu, itu semua semata – mata karena sifat pelupaku ya gaes.
Mengatasi sifat pelupa
SIfat pelupa itu memang kadangkala menyebalkan, tapi bukan berarti tidak bisa diatasi. Sadar kalau sifat ini adalah kelemahanku, makanya aku berusaha banget untuk memanajenya dengan beberapa cara sebagai berikut
Fokus, mengingat – ngingat dan konsentrasi
Waktu kuliah dulu aku aktif di berbagai macam kegiatan dan kepanitaan. Dari pagi hingga malam waktuku banyak dihabiskan di kampus. Mungkin banyak kegiatan ini membuat pikiranku terpecah ke banyak hal sehingga kurang fokus dan membuat sifat pelupaku makin menjadi – jadi.
Nah, saat bekerja aku pernah punya bos yang banyak maunya dan cerewetnya minta ampun, namanya pak Joko. Si bos ini juga pelupa sehingga anak buahnya punya tugas untuk banyak mengingatkan jadwal meetingnya yang padat. Nggak mungkin kan anak buah ikut – ikut lupa juga, bisa disikut nanti. Jadi selama bekerja dengan pak bos ini, aku belajar untuk lebih fokus, sering mengingat – ngingat dan konsentrasi dengan pekerjaanku.
3 hal ini ternyata lumayan ampuh mengatasi sifat pelupaku. Tapi pembawaanku jadi sedikit berubah ya, lebih serius dan spanneng gitu, tidak sesantai saat kuliah dulu (yaeya lah Di, lu kan kerja).
Fokus dan konsentrasi juga kuterapkan di luar pekerjaan. Misalnya saat pulang lebih fokus dengan barang yang dibawa, fokus dengan rute perjalanan. Jadi nggak ada lagi drama kebablasan waktu naik angkot.
Atau ketika bertemu dengan orang baru, aku juga berusaha mengingat – ngingat wajah dan namanya. Karena biasanya, setelah bertemu dengan orang baru, aku sering lupa wajah dan namanya.
Membuat note dan reminder
Membuat note dan reminder ini biasanya kugunakan untuk mengingat jadwal perpanjang STNK, pajak rumah, dan kawan – kawan. Tentu remindernya juga dimajukan dari tanggal yang sebenarnya, supaya tidak terburu – buru membuatnya.
Begitupun dengan jadwal kegiatan anak, misalnya jadwal berenang, mengambil rapot, kunjungan kelas, dan lain – lain.
Cara ini juga lumayan ampuh mengatasi sifat pelupaku.
Menulis
Ada yang mengatakan bahwa menulis itu membantu kita menajamkan ingatan. Sepertinya hal itu benar sekali karena ketika aku membaca tulisan – tulisanku yang dulu, aku jadi teringat momen – momen yang kutulis. Kalau nggak ditulis dan kubaca lagi ya kayaknya bakalan lupa tuh. Menulis itu juga mengajak otak kita berpikir dan bekerja sehingga turut menjaga daya ingat.
Makanya sekarang aku mengabdikan diriku untuk banyak menulis di blog dan banyak ikut lomba blog. Salah satu tujuannya ya untuk mengajak otakku untuk terus berolahraga dengan berpikir, heuheu.
Minta bantuan teman atau pasangan
Jangan ragu untuk minta bantuan teman atau pasangan untuk mengingatkan jadwal kita atau apapun yang berhubungan dengan sifat pelupa kita. Ini juga ampuh banget mengatasi sifat pelupaku. Untungnya aku punya suami yang care dan cepat tanggap sehingga ia bisa membantuku mengatasi sifat pelupaku.
Misalnya dulu saat aku belajar menyetir mobil untuk mengantar jemput Kirana yang mulai masuk playgroup. Suamiku itu membuatkan catatan yang ditempel di dashbor. Isinya step – step yang harus dilakukan saat akan dan selesai berkendara. Geli sendiri sebenarnya, tapi cukup membantu juga untuk aku yang waktu awal – awal belajar nyetir sering lupa mematikan AC mobil atau menetralkan gigi. Akhirnya kembali lagi ke fokus, mengingat – ngingat dan konsentrasi.
Lalu aku juga lemah banget dalam hal mengingat password. Jadi pernah ni ya, aku lupa password satu akun, Akhirnya password itu di restore ke salah satu emailku. Eh, ndilalah password emailnya aku juga lupa gaes, dan sampai sekarang email itu terkunci nggak bisa kubuka T_T.
Untuk mengatasi sifat lupa passwordku, suamiku membuatkan struktur password yang mudah diingat namun bisa diterapkan di banyak akun dengan kode password yang berbeda – beda. Jadi kalau aku lupa password, suamiku ini bisa nebak passwordnya.
Makan – makanan bergizi
Belakangan ini aku baru menyadari kalau sifat pelupaku ini ternyata menurun ke Kirana. Kirana itu nggak bisa mengingat dengan detail aktivitasnya di sekolah. Jadi setiap aku tanya, jawabannya selalu lupa. Bahkan saat observasi masuk SD yang hanya berlangsung selama 2 jam, ia juga menjawab lupa saat kutanya. Mulanya kupikir ia memang tidak suka ditanya – tanya. Ternyata ia memang pelupa seperti mamanya. Gara – garanya pernah saat hendak berangkat sekolah ia nyeletuk begini, “Barusan tadi di TV filmnya apa mah?”. Oh my God, anak ini gue banget ternyata T_T. Yah, namanya juga anak – anak mungkin banyak kurang fokusnya ya.
Tapi kalau untuk hafalan – hafalan akademik seperti doa, hadis atau quran di sekolah entah kenapa Kirana lancar - lancar saja. Alhamdulillah.
Aku sendiri juga kurang paham ya. Jadi pada suatu momen tiba – tiba saja ada a piece of memory yang ngeblank. Contohnya pernah, saat acara pertemuan guru dan murid di sekolah, aku ditanya oleh pembicaranya. “Anaknya kelas apa bu?”, dan dengan polosnya aku jawab, “Aduh kelas apa ya bu, lupa bu.”, yang otomatis disambut gerrr sama ibu – ibu yang lain. Tapi sebentar kemudian ya inget lagi.
Nah, makanya sekarang ini aku lagi mencoba memasukkan makanan – makanan yang bagus untuk menjaga daya ingat dalam menu makannya Kirana. Contohnya sayuran hijau seperti bayam dan brokoli, itu bagus untuk meningkatkan kinerja otak. Sebisa mungkin sayur dan buah yang beraneka ragam. Ikan yang mengandung omega 3, kacang – kacangan, buah – buahan seperti pisang. Vitamin K seperti daging, susu, telur, keju juga konon katanya bagus untuk menutrisi otak.
***
Kalau dibandingkan saat kuliah dulu sih sifat pelupaku kini sudah agak mereda ya. Meskipun masih tetap ada karena that’s in my blood. Lalu kira – kira tips apa lagi ya yang sekiranya bisa membantu mengatasi sifat pelupa?
Just my two cents ^^.
Waaah tipsnya boleh juga nih untuk dicoba, saya juga pelupa soalnya hehehe :D
ReplyDeleteSesama pelupa ayok tos dulu mbak, hehehe
DeleteMengganggu ya mbak kalau lupanya keterusan & gak diatasi. Oh ya untuk mengingat2 suatu hal bisa menghubung2kan sesuatu juga sebagai trigger, misalnya pin atm angkanya itu dihubungkan dengan sesuatu yg bisa kita ingat selalu (tapi jangan tgl lahir ya berbahaya).
ReplyDeleteSepertinya kaya penyakit gitu ya mbak, aku punya keluarga juga kaya gini, dia tanya kelas berapa ke anakku nanti gak lama akan ditanya lagi.
Semoga sifat pelupanya gak terlalu banyak ya di Kirana.
Kadang suka sebel sendiri mbak kalo lagi kumat, hehehe. Makasih mbakk masukannya. Kalo aku turunan juga sih, ayahku begini juga soalnya. Mudah2an Kirana nggak banyak nurun ya Aamiin.
DeleteAku pelupa seiring bertambahnya umur, anak & pikiran hahahaha, kalau lagi banyak pikiran pasti aja tambah pelupa & eror. Tapi bener tuli poin2 diatas, fokus & konsentrasi itu penting banget bikin kita ngga lupa, aku sering lupa kalau parkir di mol, jadi abis parkir langsung foto dulu di P mana nomor berapa :D
ReplyDeleteIyaa pikiran bercabang itu bikin kurang fokus akhirnya suka lupa2 gitu ya mbakk. Kalo aku masalah lokasi parkir kuserahkan pada suami aja, hehehe.
DeleteHaduuuhhh, maaf ya aku ngakak waktu baca thawaf muterin rumah nyari kacamata, hahahahaa
ReplyDeleteSebenarnya pelupa itu cuma butuh fokus dan konsentrasi aja mengingat kegiatan sebelumnya. Aku juga suka pelupa, tapi kayaknya masih mendingan deh dibanding Diar
Hehehe, iya mbak udah bikin pojok kacamata dan HP benernya, tapi ya suka sembarangan naruh lagi akhirnya bingung nyari2nya.. Ini udah mendingan mbak, dulu jaman muda lebih parahh, huhuu
DeleteAda lagi caraku untuk mengikat memori, yaitu dengan melibatkan rasa.
ReplyDeleteKatanya, ingatan yang berisi sebuah emosi yang kuat di dalamnya akan menancap lebih dalam 😄
Termasuk rasa sayang sama mantan kah mbakk *ehhhh 😆
DeleteYa Allah mbak, menurutku pelupanya itu parah banget. Semoga yang menurun ke Kirana dikit aja ya. Pernah konsultasi ke dokter gitu mbak?
ReplyDeleteSaya akhir-akhir ini aja sering jadi pelupa. Mungkin saking banyak yang dipikir dan harus dikerjakan. Lagi nemenin anak main di halaman depan, bilang ke anak mau ke dapur matiin kompor. Sampai dapur mampir buka kulkas, terus lupa apa tadi tujuan ke dapur. Balik lagi ke depan, terus tanya ke anak-anak, "mama tadi bilang mau ngapain?" alhamdulillah, walau sambil ngetawain tapi anak2 masih ingat.
Kalau sampai ke dokter belum pernah sih mbakk, mudah2an bukan karena apa gitu ya karena bapak saya juga mirip2 gini.
DeleteTapi setelah aktif nulis ngeblog lagi takrasa2 agak mendingan sih mbak, cuma suka lupa naruh dompet, hape sama kacamata ajaa, hehehe
Pelupa emang manusiawi dan bisa dihindari ya, Mbak. Konon katanya kalau sering membaca, sering berpikir, bakalan jarang lupa. Tapi anakku yg masih sekolah saja suka lupa, apalagi aku kan. Aku juga sering pelupa mbak. Kunci masih naceplah, naro kunci motor ada di mana, dan yg baru baru ini adalah, beli makanan, sdh dibayar dan sampai rumah, tuh makanan ndak ada, ketinggalan di pasar booo.
ReplyDeletePelupa juga ya, Mbak Astin, hehehe. Kalau beli - beli gitu aku pernah beberapa Kali setelah ngasih uang langsung pergi.. habis itu dipanggil2 lagi sama penjualnya, kembaliannya lupa ambil 😆.
Deleteaku juga sering skip dan lupaan nih mbak. hahahha sampe suka kesel sendiri.
ReplyDeleteHehehe 😁😁😁
DeleteSoal mengingat pasword, saya setiap mau buka email dengan me.akai perangkat baru pasti request pasword batu lho. Gak cuma email, tapi semua akun sosial media dan blog! Parah yak 😃😃😃
ReplyDeleteHihi..saya dulu juga gitu. Tapi setelah dibikinin struktur password sama suami alhamdulillah udah nggak gitu lagi, Mbak. Cobain deh 😊.
DeleteHahahaha...upss aku auto ngakak ceritanya kok rada mirip ya sama temenku, pernah nganterin istrinya belanja ke pasar naik motor, terus pulangnya mereka berdua naik angkot sampai di rumah buka pintu kaget motornya gak ada di rumah terus dibilangin sama yang di rumah lho bukannya tadi berangkatnyabpake motor ? Hahaha.. kalau ingat ini aku tuh sakit peyut ketawa. Emang sih kalau udah patah banget jadi aneh ya mba
ReplyDeleteYa ampyuun itu suami istri lhoh, hahaha.. maap ngakak juga 😆😆. Jadi inget duluuu banget mirip2 gitu juga, pergi berdua ama temen, pulangnya sendirian, sampai tengah perjalanan baru inget temennya ketinggalan, akhirnya balik lagi😆.
DeletePelupa bisa menurun ya mba. Aku br tau 😁 klo sekarang udah berkurang alhamdulillh yaa mba. Aku smenjak jadi buibu kenapa suka lupaan 😆 bnyk yg hrs ditanganin, harus nerapin tips di atas nih ^^
ReplyDeleteHihiii semangat ya mbak, kayaknya gara2 banyak pikiran yang nyabang kemana2, jadinya nggak fokus terus lupa2 deh 😁
DeleteAlhamdulillah ya sekarang sudah mulai berkurang. Aku juga pelupa tapi masih tahap wajar, yang sering lupa itu password hahaha Makannya selalu aku tulis di Note book
ReplyDeleteSaya termasuk yang pelupa, hihih. Tapi saking sering latihan buat terus fokus jadinya sekarang alhamdulillah ga terlalu pelupa hehe, memang butuh proses sih yah.
ReplyDeleteAlhamdulillah ya sekarang sudah mulai berkurang. Aku juga pelupa tapi masih tahap wajar, yang sering lupa itu password hahaha Makannya selalu aku tulis di Note book
ReplyDeleteHahaha, lumayan parah juga pelupanya yah. Tapi barang2 tertentu emang kayak udah ditakdirkan untuk mudah terlupakan yah, kayak kunci atau kacamata gitu. Hehehe. Iya siiih, nulis di blog cara efektif untuk menyimpan kenangan yah.
ReplyDeleteYa ampun, parah banget... Syukur sekarang udah mendingan... Temen kuliah saya jg ada yg begini, hihihi...
ReplyDeleteWah daya ingatku juga mulai berkurang apalagi nama teman yang baru ketemu susah sekali menghapalnya.
ReplyDeleteSebenarnya lupa yang seperti ini intinya ada pada daya konsentrasi. Mungkin kitanya aja yang kurang berkonsentrasi sehingga banyak hal yang terlewat untuk diingat. Aku nih sering dimarahin sama suamiku kalau pas ditanya nyimpen dokumen di mana terus akunya lupa. Itu bukan lupa, kurang konsentrasi aja, gitu kata suamiku :))
ReplyDeleteAku selalu menulis note. Meskipun kadang ngga jadi di satu buku, tapi aku kumpulkan di satu tempat dan aku beri tanggal. Jadi aku tahu, kapan nulis itu dan apa maksudnya.
ReplyDeleteTrus, aku sering foto2 juga, mbak. Kalau lg pergi, aku fotoin hal2 penting, bukan malah selfie. Buat inget2 ada apa aja waktu aku pergi. Trus kalai kerjaan, kadang aku fotoin juga. Kaya setting komputer, aku fotoin alamat IPnya. Padahal tiap hari ketemu tp kadang sering blank.
Untuk bagian PIN ATM mendadak lupa itu aku pernah mengalaminya. Sudah meamsukkan kartu ATM tinggal mengetik PIn tiba-tiba blank padahal sudah bertahun-tahun kartu ATM itu digunakan. Akhirnya tarik nafas panjang santai dulu sejenak, cabut kartu ATMnya lalu mengulang beberapa menit kemudian mengulang. Syukurlah udah ingat lagi. Hehe
ReplyDeleteTos dulu kita mbak, aku pun suka pelupa parah. Hahahahaaa... Aku senang kalau selalu diingatkan terus.
ReplyDeleteMasya Allah.. ternyata ada yg lebih parah dari aku.. kalo aku paling sering tuh lupa pas masak air atau manasin sayur, Mbak. Udah beberapa kali panci gosong gara-gara sifat pelupaku, hiks.
ReplyDeleteTapi kalo lupa gak bawa kunci rumah, kunci tertinggal di motor, lupa guru ngaji, waduhhh... Aku serem bayangin. Hihihi. Semoga Kirana enggak terlalu pelupa ya nanti kalo udah gedhe 😊
Pelupa, teledor, ga teliti aku banget.. Makanya emang bener sih apa-apa kudu dicatet dan rapih biae ga bikin masalah
ReplyDeleteSama mbak, aku juga pelupa. Kalo aku selalu punya Note book untuk mencatat semua yang aku anggap penting. Kalo nggak begitu, wah pasti deh kacau karena lupa hehe
ReplyDeleteAku juga pelupa mbak, yang paling kesel tu kalau emngingat kata tapi udah di ujung lidah trus gak bis ngomongnya haha.
ReplyDeleteTrus aku suka lupa nama org kalau lama gak ketemu/ ngobrol, huhuhu.
Yaaa kyknya emang butuh aqua, eh konsentrasi yaaa :D
Iya awalnya aku gak memperdulikan soal lupa itu, bahkan ketika banyak yang memaklumi jadi seperti biasa aja. semacam ciri khas, tapi setelah aku baca serem banget. Lupa yang dibiarkan bisa membuat jadi kebiasaan dan otak bekerja dengan kebiasaan itu, banyak hal yang kalau beneran lupa bisa bahaya kan. Jadi sekarang mau keluar dari zona nyaman lupa
ReplyDelete