Skip to main content

Review Herbadrink



Ragam minuman traditional memang bukan hal baru bagi saya. Dulu saat masih tinggal bersama orangtua, penjual jamu langganan ibu selalu datang ke rumah setiap minggu. Namanya mbak Yani.

Jika ibu minum jamu pahitan yang rasanya super pahit, maka saya yang masih berusia Sekolah Dasar selalu dipesankan jamu beras kencur. Kata mbak Yani, jamu beras kencur itu sangat baik untuk menjaga kesehatan badan anak - anak sehingga saya tak pernah protes meminumnya karena rasanya juga enak. Setelah meneguk segelas jamu beras kencur yang pedas hangat, saya akan menyodorkan gelas kosong itu ke mbak Yani, untuk diisi dengan gula asam sebagai penawar minum jamu yang rasanya manis segar.



Saat mulai beranjak remaja, kebiasaan minum jamu beras kencur berganti menjadi jamu kunyit asam yang katanya bagus untuk kesehatan dan kecantikan wanita. Jika sedang datang bulan, saya biasanya memesan kunyit asam dalam botol pada mbak Yani, untuk kemudian disimpan dalam lemari pendingin agar bisa diminum setiap hari hingga selesai masa datang bulan.




Berkawan dengan penjual jamu, membuat saya jadi sedikit banyak tahu tentang berbagai macam khasiat minuman traditional. Tidak hanya beras kencur dan kunyit asam saja, saya jadi tahu bahwa temulawak itu sangat bagus untuk menjaga daya tahan tubuh dan merawat kesehatan hati. Cabe puyang berkhasiat menghilangkan pegal linu. Kunci sirih bermanfaat menghilangkan keputihan. Uyup uyup sangat bagus untuk meningkatkan produksi ASI bagi ibu menyusui, dan lain - lain.

Tidak hanya menyehatkan, ramuan traditional nyatanya juga bisa menyembuhkan penyakit tertentu.

Sebagai contoh, saya pernah memiliki seorang tetangga yang anaknya terkena fatty liver. Oleh tetangga saya, sang anak dibuatkan jamu kunyit temulawak yang diminumkan setiap hari. Dalam beberapa bulan, fatty livernya sembuh hingga membuat dokter terheran - heran.


Minuman traditional dalam kemasan, tidak hanya praktis tapi juga berkhasiat


Terbiasa minum jamu sejak kecil membuat saya membawa kebiasaan itu hingga dewasa. Bedanya, saya tak bisa lagi menikmati jamu gendong mbak Yani karena kini saya sudah hidup mandiri bersama suami, jauh dari orangtua.

Meskipun di sekitar tempat tinggal pernah menemui beberapa penjual jamu gendong, tapi entah kenapa saya tak merasa yakin dengan kebersihan maupun kualitas bahan yang digunakan.

Karena membuat sendiri juga cukup merepotkan, akhirnya saya lebih memilih jamu instan yang lebih praktis. Jamu jaman now gitu loh.

Bagi saya, khasiat minuman traditional sudah seperti menjadi suatu kebutuhan untuk menunjang gaya hidup sehari - hari yang aktif dan dinamis.

Jika orang pada umumnya mengawali hari mereka dengan secangkir kopi, teh, atau susu, maka saya mengawali hari dengan secangkir wedang sari jahe instan dari Herbadrink. Biasanya saya menyeduh Herbadrink Sari Jahe dengan air panas. Rasa jahenya mantap, pedas semriwing di lidah, dan terasa hangat di badan.



Lalu mengapa saya lebih memilih minum wedang sari jahe di pagi hari?

Dari mbak Yani, saya jadi tahu bahwa wedang sari jahe memiliki khasiat untuk menghangatkan tubuh dan melancarkan peredaran darah. Ketika peredaran darah kita lancar, maka asupan oksigen dan nutrisi ke seluruh jaringan tubuh juga jadi lebih optimal, sehingga badan juga lebih bugar tidak gampang capek.

Segelas wedang sari jahe di pagi hari, membuat saya segar dan siap menjalani hari aktif ibu rumah tangga.

Akan tetapi ada kalanya saya tumbang dan jatuh sakit. Hal yang manusiawi saya kira.

Kalau sudah sakit begitu seringkali nafsu makan menjadi berkurang. Apalagi saat batuk atau flu. Padahal saat sakit justru sebaiknya kita harus banyak makan agar daya tahan tubuh tidak semakin melemah.

Untuk memulihkan nafsu makan, biasanya saya minum wedang Sari Temulawak dari Herbadrink. Rasa temulawaknya asli. Dan yang saya suka dari produk Herbadrink lainnya adalah, hasil seduhannya tidak ada endapan sama sekali. Baik itu yang diseduh dengan air hangat ataupun air dingin.



Saat masih kecil dulu, saya sering melihat pemandangan adik yang dicekok dengan jamu. Cara meminumkannya sedikit berbeda. Yaitu lewat bungkusan kain yang didalamnya terdapat parutan temulawak dan madu. Lalu, bungkusan kain itu diperaskan ke mulut adik. Kata ibu, jamu cekok itu untuk menambah nafsu makan adik, supaya adik nggak susah makannya.

Jadi saya rasa wedang Sari Temulawak dari Herbadrink adalah salah satu pilihan yang tepat untuk mengembalikan nafsu makan kita saat sedang sakit atau masa pemulihan setelah sakit, bagi yang mencari kepraktisan.

Herbadrink sendiri merupakan minuman herbal yang dibuat dari resep traditional Indonesia. Produknya dibuat dari bahan alami, tanpa pengawet dan diproses secara modern. Saya sendiri percaya dengan khasiat Herbadrink karena produsennya adalah PT Konimex yang sudah berdiri sejak tahun 1967.


Herbadrink Lidah Buaya, bantu suami atasi sembelit pasca operasi patah tulang paha


Sedikit cerita, beberapa minggu lalu suami saya mengalami patah tulang paha karena kecelakaan hingga membuatnya harus dioperasi.

Sejak kejadian kecelakaan hingga 4 hari rawat inap di rumah sakit, suami saya tidak bisa buang air besar hingga membuatnya harus minum obat dokter untuk memperlancar BAB.

Setelah diijinkan pulang dan rawat jalan di rumah, masalah sembelitnya tidak hilang juga. Mungkin karena aktivitas fisiknya terbatas dan hanya berbaring di tempat tidur saja sehingga metabolisme tubuhnya jadi sedikit terganggu.


Saya jadi teringat ayah saya yang punya kebiasaan makan lidah buaya mentah untuk mengatasi masalah pencernaan yang sering dialaminya.

Tips makan lidah buaya mentah ala ayah saya adalah, pilihlah lidah buaya tua yang warnanya mulai pudar, biasanya tumbuh di bagian paling bawah. Setelah dikupas, daging lidah buaya harus dicuci bersih dan bebas dari lendir. Dibawah ini video yang dikirimkan ayah saat beliau menikmati lidah buaya mentah.     

Untuk menjaga kesehatan perut, ayah saya punya resep tersendiri. Yaitu, daging lidah buaya dikerik, dicampur kuning telur dan madu, lalu diminum.

Namun sayang, lidah buaya yang biasa dimakan ayah saya bukan sembarang lidah buaya. Bibitnya ia dapat khusus dari pontianak yang terkenal sebagai daerah penghasil olahan minuman lidah buaya.

Opsi makan lidah buaya untuk mengatasi  masalah sembelit suami tidak bisa dilakukan, karena jenis yang saya miliki bukan untuk dimakan. Sebenarnya, supermarket besar banyak menjual lidah buaya untuk  dikonsumsi. Namun suami  enggan untuk menyantap lidah buaya mentah. Karena baginya, lidah buaya itu identik dengan shampo. Kecuali jika ada lidah buaya yang rasanya enak.

Saya jadi ingat kalau Herbadrink juga punya varian minuman herbal lidah buaya instan. Kalau lidah buaya yang satu ini, suami saya dengan senang hati meminumnya.

Cara saya menyajikannya, yaitu satu sachet Herbadrink Lidah Buaya dilarutkan dalam segelas air dingin, lalu diberi perasan jeruk nipis dan madu agar rasanya lebih segar.



Hasilnya, siklus buang air suami jadi lebih lancar. Yang mulanya berhari - hari sulit buang air besar, kini setidaknya setiap 2 hari sekali ia bisa buang air besar dengan lancar.

Nah, demikian tadi pengalaman saya tentang kebaikan alami ragam minuman traditional dari Herbadrink. Bagaimana dengan pengalaman Anda?

Comments

Popular posts from this blog

Maksimalkan Cantik Alamimu dengan Perawatan Tubuh Praktis ala Velvy Beauty

Punya suami yang tak romantis itu seringkali membuat diri ini gigit jari. Bayangkan saja, selama 7 bulan pacaran hingga 7 tahun menikah, tak pernah sekalipun ia memberi bunga atau puisi yang sering diharap - harap sang istri.                                         Padahal istrinya ini ingin sekali merasakan berbunga - bunganya hati ketika diberi sekuntum mawar. Setidaknya, setahun sekali lah, pada saat ulang tahun atau wedding anniversary. Meski sudah diberi kode keras, namun tak pernah sekalipun ia mengabulkannya. Sebagai ganti, ia selalu membawa cake ulang tahun untuk dikunyah bersama. Oh my god . Suami saya ini selalu punya pembelaan sendiri kenapa tak pernah mau memberikan bunga untuk istrinya. Katanya, kalau bunga adalah lambang cinta, maka bunga itu pasti layu dan berguguran. Sementara cintanya pada sang istri akan selalu abadi dan berkembang. sumber : tenor.c...

Peduli Kesehatan Diri dan Keluarga, Jadi Smart Milenial Bersama Sequis Life

Bagi yang sudah merasakan manfaatnya, asuransi kesehatan saat ini sudah menjadi kebutuhan yang sama pentingnya seperti kebutuhan sandang, pangan dan papan. Terutama bagi mereka yang memiliki riwayat atau resiko kesehatan atas penyakit tertentu. Namun pemahaman akan pentingnya asuransi kesehatan ini sepertinya belum menyentuh semua lapisan masyarakat. Termasuk generasi milenial yang katanya melek informasi dan adaptif terhadap teknologi. Padahal asuransi kesehatan memiliki peranan lain, selain melindungi diri dari ancaman kesehatan yang mengintai. Apa saja? Dan, asuransi kesehatan seperti apa yang bisa dijadikan pilihan kaum milenial? Sumber gambar : Pixabay.com Milenial dan Asuransi Kesehatan Menurut Wikipedia, milienial adalah generasi yang lahir antara tahun 1980 – 2000. Jika dihubungkan ke masa sekarang, ternyata generasi milenial ini sebagian besar sedang memasuki masa usia produktifnya. Dan sebagian lagi sedang berancang – ancang memasuki usia produktif. Pada u...

Hidup Penuh Warna Ibu Rumah Tangga, Semakin Ceria dengan ASUS VivoBook Ultra A412DA

Kelihatannya tak bekerja. Tapi setiap hari menjadi chef untuk menjamin isi perut setiap anggota keluarga. Menjadi tukang ojek untuk mengantar jemput anak sekolah. Atau menjadi guru ketika membimbing anak belajar.   Begitulah aneka rangkap profesi yang saya lakoni dalam menjalani keseharian sebagai ibu rumah tangga. Ditambah dengan tingkah duo krucil yang terkadang membuat pusing kepala, hidup saya benar – benar penuh warna.  Yang saya tahu, deretan warna itu terbentang lebar dari kode #000000 hingga #ffffff. Artinya tak hanya warna cerah ceria saja yang tercatat disana. Ada juga warna – warna kelabu, sepekat mendung yang merayu. Dan begitulah keseharian saya dalam menjalankan aktivitas sebagai ibu rumah tangga. Tak selalu penuh sukacita, tapi ada juga pahit – pahitnya.  Tentunya bukan hanya saya saja yang merasa demikian. Mau itu ibu bekerja atau ibu rumah tangga, saya yakin keseharian ibu – ibu lainnya juga penuh warna, dinamis, serta tak jauh m...