Skip to main content

Posts

Mendampingi Anak Menjadi Seorang Pembelajar

Sebagai orangtua, saya dan suami memiliki harapan besar agar kedua putri kami Kirana (6 tahun) dan Aruna (4 tahun) tumbuh menjadi anak – anak yang sholehah dan bertakwa kepada Allah SWT. Meskipun orangtua adalah pendidik pertama dan utama bagi anak, tentunya saya dan suami membutuhkan support system lain yang dapat membantu kami dalam mendidik anak – anak agar mereka tumbuh sesuai harapan. Itu sebabnya saya dan suami menyekolahkan Kirana di sebuah SDIT (Sekolah Dasar Islam Terpadu) yang sebagian kurikullum sekolahnya berisi tentang pelajaran agama, akhlak, dan budi pekerti. Hal yang membuat saya tertarik menyekolahkan Kirana di SDIT tersebut salah satunya karena sekolah ini memiliki program unggulan Tahfidz (menghafal) Quran dengan metode UMMI, dengan target hafalan 3 *juz Alquran selepas lulus sekolah. Andaikan tidak memenuhi target juga tidak apa – apa, karena kemampuan menghafal tiap anak juga berbeda – beda. Namun dari pengalaman yang berjalan, para alumni rata – rat...

Optimalkan Periode Emas Ananda di Era Digital Dengan Pendidikan Anak Usia Dini

Membesarkan anak- anak di era digital, sedikit banyak memberikan tantangan tersendiri bagi orangtua milenial seperti saya. Mengingat kedua orangtua sehari – hari bercengerama dengan perangkat digital, maka tak heran jika kedua putri saya, Kirana (6 tahun) dan Aruna (4 tahun), sudah mengenal teknologi dalam wujud gadget semenjak usia dini. Children see, children do. Begitulah kata pepatah. Bagi saya, mengenalkan anak dengan perangkat digital di usia dini bukan hal yang tabu. Karena bagaimanapun juga mereka adalah anak – anak yang lahir di tengah peradaban teknologi yang terus   berkembang. Maka sebagai pendidik pertama dan utama bagi anak, saya merasa memiliki tanggung jawab untuk mengenalkan teknologi pada anak secara bertahap, agar mereka tidak ketinggalan jaman. Untuk saat ini, saya mengenalkan perangkat digital sebagai media belajar dan sarana hiburan  pada anak. Sejauh ini, bermain dan belajar dengan media perangkat digital banyak memberikan manfaat b...

Peduli Kesehatan Diri dan Keluarga, Jadi Smart Milenial Bersama Sequis Life

Bagi yang sudah merasakan manfaatnya, asuransi kesehatan saat ini sudah menjadi kebutuhan yang sama pentingnya seperti kebutuhan sandang, pangan dan papan. Terutama bagi mereka yang memiliki riwayat atau resiko kesehatan atas penyakit tertentu. Namun pemahaman akan pentingnya asuransi kesehatan ini sepertinya belum menyentuh semua lapisan masyarakat. Termasuk generasi milenial yang katanya melek informasi dan adaptif terhadap teknologi. Padahal asuransi kesehatan memiliki peranan lain, selain melindungi diri dari ancaman kesehatan yang mengintai. Apa saja? Dan, asuransi kesehatan seperti apa yang bisa dijadikan pilihan kaum milenial? Sumber gambar : Pixabay.com Milenial dan Asuransi Kesehatan Menurut Wikipedia, milienial adalah generasi yang lahir antara tahun 1980 – 2000. Jika dihubungkan ke masa sekarang, ternyata generasi milenial ini sebagian besar sedang memasuki masa usia produktifnya. Dan sebagian lagi sedang berancang – ancang memasuki usia produktif. Pada u...