Skip to main content

Steak Ayam Crispy Saus Asam Manis untuk Anak

Resep steak ayam crispy

Kangen banget makan steak ayam crispy di Waroeng Steak Bogor. Tapi karena sedang pandemi begini, mau nggak mau belum bisa jajan steak ayam crispy ke Waroeng Steak. Bisa aja sih delivery. Tapi kalau makan steak ayam crispy model hot plate seperti di Waroeng Steak kan lebih enak dine in ya kakk.

resep steak ayam crispy
Steak Ayam Crispy / sumber : @warongsteak


Sedikit bernostalgia, Mama Unakira, pertama kali mengenal steak ayam crispy di Waroeng Steak ini, kurang lebih belasan tahun yang lalu waktu masih gadis kinyis - kinyis berseragam abu putih di sebuah sekolah negeri di semarang. 

Dulu, buat Mama yang biasanya makan ramesan, makan steak ayam crispy begini rasanya udah mevvaaah banget. Lihat saja, penyajiannya sendiri juga berkelas banget ala - ala makanan barat. Steak ayam crispynya disajikan di hotplate, lengkap dengan kentang, sayuran, serta saus steak yang mengepul ngepul kepanasan, dengan rasanya yang khas itu. 

resep steak ayam crispy
Steak Ayam Crispy / sumber : @warongsteak


Walau kelihatan mevvah begitu, namun harga seporsi steak ayam crispy dan menu lainnya di Waroeng Steak ini cukup terjangkau lhoh, bahkan untuk ukuran anak SMA pada masa itu. Karena itulah, waktu SMA dulu, Waroeng Steak ini selalu jadi andalan kami - kami saat hendak mengadakan traktiran ulang tahun, syukuran, dan lain - lain. Apalagi posisi restonya sendiri juga nggak terlalu jauh dari sekolah. Beuhh, sampe bosen kita, Waroeng Steak lagi, Waroeng Steak lagi, hahaha. 

Tapi salut banget deh sama Waroeng Steak ini, karena sampai Mama punya dua anak, restoran ini masih saja eksis, bahkan semakin melebarkan sayap kemana - mana. Hingga ke Kota Bogor, kota tempat Mama tinggal saat ini. 

resep steak ayam crispy
Steak Ayam Crispy dengan telur dan nasi / sumber : @warongsteak


Dan harganya pun masih terjangkau banget. Jadi nggak heran kalau (sebelum pandemi) resto Waroeng Steak ini selalu penuh. Apalagi kalau jajan steak ayam crispy di Waroeng Steak bareng anak suami pas lagi weekend. Yang biasanya terjadi adalah, depan, belakang, kanan, kiri, isinya anak - anak muda semua kakk.

Nah, berhubung Mama dan anak - anak juga lagi pingin banget makan Steak Ayam Crispy ala Waroeng Steak, akhirnya mama coba searching resep steak Ayam Crispy ala Waroeng Steak. 

resep steak ayam crispy
Steak Ayam Crispy saus keju / sumber : @warongsteak

Dan ketemulah resep dari blognya mbak Diah Didi. Dimana menurut penjelasan beliau di blog, resep tersebut didapat dari majalah, dengan nara sumber resep, pemilik restoran tersebut. 

Uwiii, tanpa pikir panjang langsung eksekusi dehh, biarpun sedikit kurang sreg dengan bahan sausnya yang menyertakan tomat. Karena setahu mama, tomat akan membuat rasa saus menjadi asam. Sementara, saus steak ayam crispy di Waroeng Steak, rasanya cenderung gurih. 

Dan benar saja, setelah di recook, sausnya terasa asam manis, berbeda jauh dengan yang biasa dimakan di resto, hihi. Tapi teteup enak lhooo, Una dan Kira malah doyan banget sausnya, dijulid - julid melulu saking doyannya.

Rasa crispy dari steaknya juga  juga bukan yang crispy kriuk, tapi crispy empuk gitu deh. Mungkin karena pelapisnya pakai telur ya. Tapi yang begini malah pas banget nih buat anak. Karena nggak terlaku keras, dan gampang dimakannya

Dengan sedikit modifikasi resep menyesuaikan selera, akhirnya Mama namai steak ayam crispy saus asam manis aja deh, hehe. 

Untungnya anak - anak suka, sausnya juga bergizi banget karena terbuat dari kaldu ceker dan tomat. 

Berikut ini video cara memasak steak ayam crispy saus asam manis ala Mama Unakira ya. 


Comments

Popular posts from this blog

Maksimalkan Cantik Alamimu dengan Perawatan Tubuh Praktis ala Velvy Beauty

Punya suami yang tak romantis itu seringkali membuat diri ini gigit jari. Bayangkan saja, selama 7 bulan pacaran hingga 7 tahun menikah, tak pernah sekalipun ia memberi bunga atau puisi yang sering diharap - harap sang istri.                                         Padahal istrinya ini ingin sekali merasakan berbunga - bunganya hati ketika diberi sekuntum mawar. Setidaknya, setahun sekali lah, pada saat ulang tahun atau wedding anniversary. Meski sudah diberi kode keras, namun tak pernah sekalipun ia mengabulkannya. Sebagai ganti, ia selalu membawa cake ulang tahun untuk dikunyah bersama. Oh my god . Suami saya ini selalu punya pembelaan sendiri kenapa tak pernah mau memberikan bunga untuk istrinya. Katanya, kalau bunga adalah lambang cinta, maka bunga itu pasti layu dan berguguran. Sementara cintanya pada sang istri akan selalu abadi dan berkembang. sumber : tenor.c...

Peduli Kesehatan Diri dan Keluarga, Jadi Smart Milenial Bersama Sequis Life

Bagi yang sudah merasakan manfaatnya, asuransi kesehatan saat ini sudah menjadi kebutuhan yang sama pentingnya seperti kebutuhan sandang, pangan dan papan. Terutama bagi mereka yang memiliki riwayat atau resiko kesehatan atas penyakit tertentu. Namun pemahaman akan pentingnya asuransi kesehatan ini sepertinya belum menyentuh semua lapisan masyarakat. Termasuk generasi milenial yang katanya melek informasi dan adaptif terhadap teknologi. Padahal asuransi kesehatan memiliki peranan lain, selain melindungi diri dari ancaman kesehatan yang mengintai. Apa saja? Dan, asuransi kesehatan seperti apa yang bisa dijadikan pilihan kaum milenial? Sumber gambar : Pixabay.com Milenial dan Asuransi Kesehatan Menurut Wikipedia, milienial adalah generasi yang lahir antara tahun 1980 – 2000. Jika dihubungkan ke masa sekarang, ternyata generasi milenial ini sebagian besar sedang memasuki masa usia produktifnya. Dan sebagian lagi sedang berancang – ancang memasuki usia produktif. Pada u...

4 Strategi "Be Digital" Untuk Meraih Sukses di Era Revolusi Industri 4.0

Akhir - akhir ini pembicaraan tentang revolusi industri 4.0 banyak kita dengar dimana - mana. Sebagian mempersepsikannya sebagai segala sesuatu yang bersifat digital dan online. Padahal revolusi industri 4.0 lebih dari sekedar digital dan terkoneksi secara online. Yuk coba kita kilas balik ke jaman awal mula lahirnya Revolusi industri. Di jaman dahulu nenek moyang kita belum menggunakan mesin, elektronik, ataupun merasakan dunia digital. Semua pekerjaan dan kehidupan masih sangat bergantung pada otot dan tenaga manusia sehingga menjadikan produktivitas maupun kegiatan ekonomi berjalan lambat. Keadaan mulai berubah setelah Revolusi Industri 1.0 sejak ditemukannya mesin uap di abad 17. Pekerjaan yang sebelumnya mustahil dikerjakan tenaga manusia menjadi memungkinkan setelah kehadiran mesin - mesin tadi. Akibatnya produktivitas barang meningkat dengan biaya yang lebih murah. Hal ini membuka banyak inovasi baru, termasuk evolusi mesin dari tenaga uap ke tenaga minyak, ...