Skip to main content

Bumbu Dasar Serbaguna Untuk Segala Masakan. Emak – emak Wajib Tahu!

bumbu dasar serbaguna

Mama ini type emak – emak yang sebisa mungkin selalu masak buat keluarga. Dimana masakan yang disajikan untuk keluarga juga harus komplit. Mulai dari sayur, lauk pauk sampai buah dan cemilan. Pokoknya sebisa mungkin harus gizi seimbang plus plus. 

Jadilah, setiap pagi hal pertama yang mama lakukan adalah masak. Bagi mama ketika segala hidangan sudah tertata rapi di meja makan pada pagi hari, rasanya beban pekerjaan untuk hari itu sudah berkurang separuh. Lega gitu rasanya.

Alasan lainnya sih, karena suami selalu nodong sarapan tiap bangun tidur dan selalu minta bawa bekal buat makan siang, hahah. 

However, masak sendiri tentunya lebih sehat kan. Dan yang paling penting, lebih ngirit.

Dulu waktu lagi rempong – rempongnya ngasuh Kira dan Una yang sukanya jumpalitan, mama sempat give up masak dan menyerahkan urusan masakan ke catering rumahan hingga beberapa bulan lamanya. Biarpun seneng tinggal terima makan tapi jiwa ngirit mama selalu membuat diri ini merasa bersalah.

Soalnya kalau dihitung – hitung, biaya catering untuk 1 minggu itu bisa buat beli bahan – bahan masakan untuk 2 minggu. Itupun dengan porsi yang lebih banyak. Jadi akhirnya mama kuat – kuatin masak lagi. Biarpun dengan dengan drama gondelan – gondelan dari 2 balita yang terkadang membuat waktu memasak menjadi lebih lemot.


bumbu dasar serbaguna


 Sebenarnya bagian yang paling rempong dalam memasak adalah persiapannya yang bisa memakan waktu lama. Terutama persiapan membuat bumbu. Apalagi kalau sudah ketemu masakan jawa yang bumbunya seabrek ituh. Beuuhh. Mana suami juga sukanya masakan jawa pula.

Dulu waktu masih anget – angetnya hobi masak sih mamah betah banget di dapur. Biarpun Cuma masak sayur asem, tempe goreng dan sambel itu bisa makan waktu hingga 2 jam, tapi ya nggak masalah karena mama masaknya alon – alon menikmati semua prosesnya. Buat mama, dari ngiris bawang, motong sayuran, sampai ngulek bumbu, rasanya itu menyenangkan. Dan setelah masakannya mateng, rasanya itu puaaaas banget. Apalagi kalau keluarga yang dijadikan kelinci percobaan resep doyan sama masakan yang kita buat.

Itu dulu ya. Dulu. Waktu masih single kinyis – kinyis.

Kalau sekarang sih masak sudah nggak jadi hobi lagi, tapi setengah kewajiban, hahah. Jadi nggak ada lagi rasa menikmati setiap proses memasak dari ngiris bawang sampai ngulek bumbu seperti dulu kala. Yang ada, kalau lagi masak itu rasanya diburu – buru supaya cepat selesai. Apalagi kalau masak  di pagi hari. Mau masak alon – alon asal kelakon ya wasallam, keburu jemputan sekolahnya Kirana datang. 

Belum lagi ada bapak – bapak yang butuh disiapin bekalnya. Ada pakaian kotor yang minta dicuci. Ada lantai kotor yang minta disapu. Ada Aruna yang minta didulang. End the bla bla bla.

Jadi, sebisa mungkin mama meringkas waktu memasak supaya pagi hari nggak banyak waktu habis di dapur.

 

 Baca juga : French Fries Oregano untuk Cemilan Anak

Salah satunya dengan menyiapkan bahan – bahan untuk masak di malam hari. Salah duanya dengan membuat bumbu dasar serbaguna untuk segala masakan. Jadi pagi hari tinggal cemplang cemlung icap icip dan tunggu masakan mateng. InsyaAllah proses memasak di pagi hari jadi lebih ringkas dan cepat. 

Untuk bumbu praktisnya sendiri sebenarnya terisnpirasi dari resep bumbu dasarnya Rudy Choirudin yang terdiri dari bumbu dasar merah, putih, dan kuning dan oranye. Dulu sempat mempraktekkan dan menyetok bumbu – bumbu ini dirumah. 

Bikin bumbu dasar ini gampang banget, Cuma diblender terus ditumis. Kalau sudah matang biarkan dingin lalu dimasukkin dalam toples, kemudian simpan dalam lemari pendingin. Insya Allah tahan hingga 3 bulan. Tergantung suhu kulkas juga sih. Kalau kulkasnya kurang dingin mungkin kurang dari 3 bulan sudah mulai berjamur.

Supaya tidak repot mengupas bawang, mama biasanya selalu beli bawang putih dan bawang merah kupasan di pasar, di bagian penjual bumbu. Bisa saja sih kalau kita minta sekalian digilingin sama penjualnya. Tapi mama lebih suka nggiling sendiri dirumah, supaya bawang dan teman – temannya bisa dicuci dulu.

Setelah nyetok aneka bumbu dasar dirumah, memaaang memasak jadi lebih cepat. Tapi ada beberapa bumbu yang jarang dipakai sehingga akhirnya mubazir. Contohnya bumbu dasar merah. Berhubung anak – anak masih belum bisa makan makanan yang pedas, jadi bumbu dasar merah ini banyak menganggur di kulkas hingga berjamur.


Sedangkan bumbu dasar putih, kuning dan oranye sebenarnya punya bahan dasar yang sama. Yaitu bawang merah, bawang putih dan kemiri. Bedanya, bumbu dasar kuning dibuat dari bumbu dasar putih yang diberi kunyit. Sedangkan bumbu dasar oranye terbuat dari bumbu dasar kuning yang diberi cabai.

Mama sendiri akhirnya lebih memilih untuk menyetok bumbu dasar putih saja di kulkas karena bumbu ini menurut mama bisa masuk ke segala masakan. Dari bikin bumbu gorengan, mie rebus, mie goreng, baceman, sayur lodeh, gepuk, dan lain – lain, mama selalu pakai bumbu dasar putih yang menurut mama serbaguna ini. Praktis.
bumbu dasar serbaguna


Kalau untuk masakan seperti soto, pesmol, bumbu ayam goreng dan masakan lain yang berbumbu dasar kuning, mama tinggal pakai bumbu dasar serbaguna yang ditambahkan kunyit bubuk saja waktu memasak. Praktis.

Begitupun untuk masakan seperti gulai, kalio, kari, asam padeh dan masakan lain yang berbumbu dasar oranye, mama tinggal pakai bumbu dasar serbaguna yang ditambahkan kunyit bubuk dan cabe bubuk saja waktu memasak. Praktis bangeeet.

Bumbu dasar serbaguna ini cucok banget buat :

  1. Mama – mama yang ingin selalu masak buat keluarga, tapi terbentur waktu yang terbatas.
  2. Mama – mama yang nggak peduli dengan pakem masakan. Misalnya, masak lodeh itu bumbunya harus begini begini. Atau, masak ayam mentega itu harusnya cuma pakai bawang putih aja, dan sebagainya. Nggak peduli pakem, yang penting rasa masakan bisa diterima lidah.

Untuk resepnya sendiri, sebelumnya mama pakai rasio 4 : 2 : 1 untuk perbandingan bawang merah : bawang putih : kemiri. Tapi kalau beli bawang – bawangan di pasar kan selalu pake satuan kiloan, setengahan atau seperempatan. Jadinya sampai rumah bawang – bawangan itu harus ditimbang – timbang dulu. Disitu terkadang saya merasa malas. 


Akhirnya bumbu dasar serbaguna ini resepnya mama modif lagi. Resep dan prosesnya kurang lebih seperti ini


BUMBU DASAR SERBAGUNA


Bahan
½ kg bawang merah 
¼ kg bawang putih 
1 ons kemiri
Minyak goreng secukupnya

Cara Membuat
  1. Cuci bersih bawang merah, bawang putih dan kemiri, masukkan dalam gelas blender.
  2. Tuang minyak goreng hingga setinggi ½ atau 1/3 bumbu. Sesuai selera saja, ingin bumbu yang berminyak atau kesat. Mama biasanya suka bumbu yang kesat.
    bumbu dasar serbaguna
  3. Blender hingga bumbu dan minyak bercampur rata.
  4. Panaskan wajan dengan api sedang, tuang bumbu yang sudah diblender ke dalam wajan. Tidak perlu ditambah minyak karena bumbu sudah mengandung minyak. 
    bumbu dasar serbaguna
  5. Aduk – aduk terus bumbu hingga matang dan berubah warna. Jangan ditinggal – tinggal karena bagian bawahnya bisa gosong. Prosesnya kurang lebih 15 menit.
    bumbu dasar serbaguna
  6. Setelah matang, tunggu hingga dingin, lalu masukkan dalam wadah.
  7. Masukkan dalam kulkas, bumbu dasar serbaguna siap digunakan untuk segala masakan.

bumbu dasar serbaguna


 Kalau sudah menyetok bumbu dasar serbaguna seperti ini, kita tinggal menambahkan bumbu pelengkap saja seperti salam, laos, jahe, kunyit ke dalam masakan. Bumbu pelengkap dan bahan – bahan lain seperti sayuran, ayam, daging dan lain – lain inilah yang membuat masakan berbeda cita rasa sesuai dengan ciri khasnya. Jadi don’t worry, meskipun menggunakan bumbu dasar yang sama di hampir setiap masakan, rasa masakan kita nggak akan monoton kok.

Dan berhubung bumbu ini sudah matang, jadi tidak perlu ditumis lagi. Cukup dicampurkan atau diaduk saja bersama masakan.

Mama sendiri sudah betah menggunakan bumbu dasar serbaguna ini sejak lama (lupa berapa lamanya). Karena memang bikin memasak jadi lebih praktis.

Just my two cents. Semoga bermanfaat ya ^^.
Salam

Cobain juga Ayam Kungpao ala Mama kuy :)


Comments

  1. Wah bermanfaat banget nih... Walau belum jadi emak-emak, nabung resep supaya nanti ngga kagok :D terima kasih infonya!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama - sama mbak, ini bumbu penyelamat banget kalo lagi buru2 di dapur :)

      Delete
  2. Aku biasa bikin bumbu dasar putih stoknya sedikit cuma seperempat bawang merahnya sama ditambah lengkuas, cuma agak bingung kalau mau masak yg gak harus pake lengkuas, semenjak baca ini jd dapet inspirasi
    Makasih mama

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Maksimalkan Cantik Alamimu dengan Perawatan Tubuh Praktis ala Velvy Beauty

Punya suami yang tak romantis itu seringkali membuat diri ini gigit jari. Bayangkan saja, selama 7 bulan pacaran hingga 7 tahun menikah, tak pernah sekalipun ia memberi bunga atau puisi yang sering diharap - harap sang istri.                                         Padahal istrinya ini ingin sekali merasakan berbunga - bunganya hati ketika diberi sekuntum mawar. Setidaknya, setahun sekali lah, pada saat ulang tahun atau wedding anniversary. Meski sudah diberi kode keras, namun tak pernah sekalipun ia mengabulkannya. Sebagai ganti, ia selalu membawa cake ulang tahun untuk dikunyah bersama. Oh my god . Suami saya ini selalu punya pembelaan sendiri kenapa tak pernah mau memberikan bunga untuk istrinya. Katanya, kalau bunga adalah lambang cinta, maka bunga itu pasti layu dan berguguran. Sementara cintanya pada sang istri akan selalu abadi dan berkembang. sumber : tenor.c...

Peduli Kesehatan Diri dan Keluarga, Jadi Smart Milenial Bersama Sequis Life

Bagi yang sudah merasakan manfaatnya, asuransi kesehatan saat ini sudah menjadi kebutuhan yang sama pentingnya seperti kebutuhan sandang, pangan dan papan. Terutama bagi mereka yang memiliki riwayat atau resiko kesehatan atas penyakit tertentu. Namun pemahaman akan pentingnya asuransi kesehatan ini sepertinya belum menyentuh semua lapisan masyarakat. Termasuk generasi milenial yang katanya melek informasi dan adaptif terhadap teknologi. Padahal asuransi kesehatan memiliki peranan lain, selain melindungi diri dari ancaman kesehatan yang mengintai. Apa saja? Dan, asuransi kesehatan seperti apa yang bisa dijadikan pilihan kaum milenial? Sumber gambar : Pixabay.com Milenial dan Asuransi Kesehatan Menurut Wikipedia, milienial adalah generasi yang lahir antara tahun 1980 – 2000. Jika dihubungkan ke masa sekarang, ternyata generasi milenial ini sebagian besar sedang memasuki masa usia produktifnya. Dan sebagian lagi sedang berancang – ancang memasuki usia produktif. Pada u...

Hidup Penuh Warna Ibu Rumah Tangga, Semakin Ceria dengan ASUS VivoBook Ultra A412DA

Kelihatannya tak bekerja. Tapi setiap hari menjadi chef untuk menjamin isi perut setiap anggota keluarga. Menjadi tukang ojek untuk mengantar jemput anak sekolah. Atau menjadi guru ketika membimbing anak belajar.   Begitulah aneka rangkap profesi yang saya lakoni dalam menjalani keseharian sebagai ibu rumah tangga. Ditambah dengan tingkah duo krucil yang terkadang membuat pusing kepala, hidup saya benar – benar penuh warna.  Yang saya tahu, deretan warna itu terbentang lebar dari kode #000000 hingga #ffffff. Artinya tak hanya warna cerah ceria saja yang tercatat disana. Ada juga warna – warna kelabu, sepekat mendung yang merayu. Dan begitulah keseharian saya dalam menjalankan aktivitas sebagai ibu rumah tangga. Tak selalu penuh sukacita, tapi ada juga pahit – pahitnya.  Tentunya bukan hanya saya saja yang merasa demikian. Mau itu ibu bekerja atau ibu rumah tangga, saya yakin keseharian ibu – ibu lainnya juga penuh warna, dinamis, serta tak jauh m...