Skip to main content

Sayur orak arik kesukaan Kirana

Udah sebulan ini mama dan anak - anak ngungsi ke rumah uti akung di Ungaran, karena si ayah Tedy lagi bisnis trip 3 bulan ke LN. Dan selama di Ungaran, mama tu hawanya maleeeees banget buat masak. Soalnya deket rumah sini, tepatnya di jalan Asmara, sepanjang jalan isinya orang jualan makanan thok. Ada gablok, tahu campur, tahu gimbal, siomay, tahu tek, bakso mercon, bakso tengkleng, sego pecel, sego tumpang, es oyen, es buto ijo, empek2, cilok cimol, bubur sumsum, bubur ayam, batagor,martabak lik bero,dst..hahh hahh..mama sampe ngos2an nulisnya. Belum lagi warung2 ala resto yang pingin mama jelajahi satu2 kaya Milkyland, Kay Ramen, Kedai Oishi, Sambelan, dst. Itu baru di jalan Asmara aja,belum yang lain. Belum kalo nanti turun ke daerah undip atas. Mama sampe puyeng mau jajan yang mana dulu. Udah gitu, jajanan disini tu murah2, enak pula jadinya puas, kenyang gak bikin kantong jebol. Jadi salah satu pelarian mama supaya gak kangen melulu sama ayah selama masa LDR ini ya jajan sepuas2nya. Soalnya kebahagiaan seperti ini gak akan bisa mama dapatkan kalo pulang ke Bogor nanti, hikss. Soalnya tempat mama masih perumahan baru dan belum begitu banyak orang jualan makanan. Bisanya wiskul ke kota cuma pas weekend aja, itupun kita suka males soalnya pasti macet. Kalo di rumah uti akung sini pingin apa tinggal ngglundung bentar udah ketemu macem2 jajanan.

Berhubung mama kemarin2 jadi males masak akhirnya Kirana pun juga mamah ajakin jajan, dan kalo di rumah maemnyaa juga yang simpel2 aja, kayak telor ceplok, ebi furai, sosis goreng yang non msg, huhu..kasian ya kakak Kirana. Biarpun anaknya anteng2 wae tapi tetep aja mama jadi merasa bersalah ni, hiks. Tapi sekarang mama bertekad untuk menghilangkan virus males masak ini, karena sebentar lagi juga adek Aruna mau mpasi, jadi harus masak yang rajin serajin rajinnya orang rajin, paling gak masak buat anak2 aja deh. Bismillah ya.. Nah, kalo resep yang dibawah ini kemarin mamah masakin buat Kirana, sehari 3x makan Nasi pake sayur orak arik ini gak bosen anaknya. Seneeeng banget liatnya. Sayur orak arik ini memang salah satu kesukaannya Kirana, menu anti gagal. Rasanya tu gurih manis, soalnya mama pake kemiri. Dan bisa juga jadi isian tahu atau lumpia lho. Selamat mencoba ya bun ^^.

Resep sayur orak arik

Bahan dan bumbu
2 buah wortel ukuran besar, iris korek api
1/2 buah kol, rajang halus
2 butir telur, kocok rata
2 siung bawang putih
2 butir kemiri
2 batang daun bawang, iris halus
2 sdm minyak untuk menumis
100 ml air
Gula, garam dan merica secukupnya.

Cara membuat
1. Haluskan bawang putih dan kemiri.
2. Panaskan minyak dalam wajan, masukkan daun bawang, lalu bumbu halus, tumis hingga wangi
3. Masukkan wortel dan kol, aduk rata.
4. Tambahkan air, tutup wajan supaya sayuran cepat matang dan empuk.
5. Tambahkan gula, garam dan merica
6. Masukkan kocokan telur, aduk aduk hingga telur matang.
7. Koreksi rasa, siap disajikan.

Comments

Popular posts from this blog

Maksimalkan Cantik Alamimu dengan Perawatan Tubuh Praktis ala Velvy Beauty

Punya suami yang tak romantis itu seringkali membuat diri ini gigit jari. Bayangkan saja, selama 7 bulan pacaran hingga 7 tahun menikah, tak pernah sekalipun ia memberi bunga atau puisi yang sering diharap - harap sang istri.                                         Padahal istrinya ini ingin sekali merasakan berbunga - bunganya hati ketika diberi sekuntum mawar. Setidaknya, setahun sekali lah, pada saat ulang tahun atau wedding anniversary. Meski sudah diberi kode keras, namun tak pernah sekalipun ia mengabulkannya. Sebagai ganti, ia selalu membawa cake ulang tahun untuk dikunyah bersama. Oh my god . Suami saya ini selalu punya pembelaan sendiri kenapa tak pernah mau memberikan bunga untuk istrinya. Katanya, kalau bunga adalah lambang cinta, maka bunga itu pasti layu dan berguguran. Sementara cintanya pada sang istri akan selalu abadi dan berkembang. sumber : tenor.c...

Peduli Kesehatan Diri dan Keluarga, Jadi Smart Milenial Bersama Sequis Life

Bagi yang sudah merasakan manfaatnya, asuransi kesehatan saat ini sudah menjadi kebutuhan yang sama pentingnya seperti kebutuhan sandang, pangan dan papan. Terutama bagi mereka yang memiliki riwayat atau resiko kesehatan atas penyakit tertentu. Namun pemahaman akan pentingnya asuransi kesehatan ini sepertinya belum menyentuh semua lapisan masyarakat. Termasuk generasi milenial yang katanya melek informasi dan adaptif terhadap teknologi. Padahal asuransi kesehatan memiliki peranan lain, selain melindungi diri dari ancaman kesehatan yang mengintai. Apa saja? Dan, asuransi kesehatan seperti apa yang bisa dijadikan pilihan kaum milenial? Sumber gambar : Pixabay.com Milenial dan Asuransi Kesehatan Menurut Wikipedia, milienial adalah generasi yang lahir antara tahun 1980 – 2000. Jika dihubungkan ke masa sekarang, ternyata generasi milenial ini sebagian besar sedang memasuki masa usia produktifnya. Dan sebagian lagi sedang berancang – ancang memasuki usia produktif. Pada u...

Hidup Penuh Warna Ibu Rumah Tangga, Semakin Ceria dengan ASUS VivoBook Ultra A412DA

Kelihatannya tak bekerja. Tapi setiap hari menjadi chef untuk menjamin isi perut setiap anggota keluarga. Menjadi tukang ojek untuk mengantar jemput anak sekolah. Atau menjadi guru ketika membimbing anak belajar.   Begitulah aneka rangkap profesi yang saya lakoni dalam menjalani keseharian sebagai ibu rumah tangga. Ditambah dengan tingkah duo krucil yang terkadang membuat pusing kepala, hidup saya benar – benar penuh warna.  Yang saya tahu, deretan warna itu terbentang lebar dari kode #000000 hingga #ffffff. Artinya tak hanya warna cerah ceria saja yang tercatat disana. Ada juga warna – warna kelabu, sepekat mendung yang merayu. Dan begitulah keseharian saya dalam menjalankan aktivitas sebagai ibu rumah tangga. Tak selalu penuh sukacita, tapi ada juga pahit – pahitnya.  Tentunya bukan hanya saya saja yang merasa demikian. Mau itu ibu bekerja atau ibu rumah tangga, saya yakin keseharian ibu – ibu lainnya juga penuh warna, dinamis, serta tak jauh m...