Skip to main content

Nasi Kukus Keju quick melt

Kalau si kecil pecinta keju dan masakan gurih, dijamin gak akan bisa nolak hidangan kali ini. Rasanya ngejuuu banget. Ya iyalah, mama emang kasih kejunya royal biar enyak. Mama sebut hidangan ini one dish meal karena isinya komplit dari karbohidrat, protein dan sayur. Biasanya menu - menu semacam ini cocok banget untuk anak usia 1 tahunan karena teksturnya emang agak lembek. Selamat mencoba :)



Bahan dan bumbu
1 buah wortel, iris kotak tipis
1 centong Nasi
1 buah sosis ukuran besar, cincang kasar
Keju quick melt/Mozzarella
2 siung bawang putih, cincang halus
1 siung bawang merah, cincang halus
1 batang daun bawang
1 sdm margarine untuk menumis
Garam, gula dan merica secukupnya

Cara membuat
1. Panaskan margarine dalam wajan, tumis daun bawang, bawang merah dan bawang putih hingga wangi.
2. Masukkan sosis dan wortel, aduk rata.
3. Masukkan Nasi, aduk rata
4. Bumbui dengan gula, garam dan merica.
5. Matikan api, beri parutan keju quick melt secukupnya, aduk rata.
6. Siapkan 2 buah loyang aluminum foil ukuran kecil, masukkan 2 sdm olahan Nasi, taburi dengan keju quick melt hingga rata di permukaannya. Tutup lagi dengan olahan Nasi, taburi dengan keju quick melt parut di permukaan hingga rata.
7. Kukus sebentar hingga keju meleleh. Bisa juga dengan dipanggang di oven.

Hasil jadi : 2 porsi

Comments

Popular posts from this blog

Maksimalkan Cantik Alamimu dengan Perawatan Tubuh Praktis ala Velvy Beauty

Punya suami yang tak romantis itu seringkali membuat diri ini gigit jari. Bayangkan saja, selama 7 bulan pacaran hingga 7 tahun menikah, tak pernah sekalipun ia memberi bunga atau puisi yang sering diharap - harap sang istri.                                         Padahal istrinya ini ingin sekali merasakan berbunga - bunganya hati ketika diberi sekuntum mawar. Setidaknya, setahun sekali lah, pada saat ulang tahun atau wedding anniversary. Meski sudah diberi kode keras, namun tak pernah sekalipun ia mengabulkannya. Sebagai ganti, ia selalu membawa cake ulang tahun untuk dikunyah bersama. Oh my god . Suami saya ini selalu punya pembelaan sendiri kenapa tak pernah mau memberikan bunga untuk istrinya. Katanya, kalau bunga adalah lambang cinta, maka bunga itu pasti layu dan berguguran. Sementara cintanya pada sang istri akan selalu abadi dan berkembang. sumber : tenor.c...

Peduli Kesehatan Diri dan Keluarga, Jadi Smart Milenial Bersama Sequis Life

Bagi yang sudah merasakan manfaatnya, asuransi kesehatan saat ini sudah menjadi kebutuhan yang sama pentingnya seperti kebutuhan sandang, pangan dan papan. Terutama bagi mereka yang memiliki riwayat atau resiko kesehatan atas penyakit tertentu. Namun pemahaman akan pentingnya asuransi kesehatan ini sepertinya belum menyentuh semua lapisan masyarakat. Termasuk generasi milenial yang katanya melek informasi dan adaptif terhadap teknologi. Padahal asuransi kesehatan memiliki peranan lain, selain melindungi diri dari ancaman kesehatan yang mengintai. Apa saja? Dan, asuransi kesehatan seperti apa yang bisa dijadikan pilihan kaum milenial? Sumber gambar : Pixabay.com Milenial dan Asuransi Kesehatan Menurut Wikipedia, milienial adalah generasi yang lahir antara tahun 1980 – 2000. Jika dihubungkan ke masa sekarang, ternyata generasi milenial ini sebagian besar sedang memasuki masa usia produktifnya. Dan sebagian lagi sedang berancang – ancang memasuki usia produktif. Pada u...

Hidup Penuh Warna Ibu Rumah Tangga, Semakin Ceria dengan ASUS VivoBook Ultra A412DA

Kelihatannya tak bekerja. Tapi setiap hari menjadi chef untuk menjamin isi perut setiap anggota keluarga. Menjadi tukang ojek untuk mengantar jemput anak sekolah. Atau menjadi guru ketika membimbing anak belajar.   Begitulah aneka rangkap profesi yang saya lakoni dalam menjalani keseharian sebagai ibu rumah tangga. Ditambah dengan tingkah duo krucil yang terkadang membuat pusing kepala, hidup saya benar – benar penuh warna.  Yang saya tahu, deretan warna itu terbentang lebar dari kode #000000 hingga #ffffff. Artinya tak hanya warna cerah ceria saja yang tercatat disana. Ada juga warna – warna kelabu, sepekat mendung yang merayu. Dan begitulah keseharian saya dalam menjalankan aktivitas sebagai ibu rumah tangga. Tak selalu penuh sukacita, tapi ada juga pahit – pahitnya.  Tentunya bukan hanya saya saja yang merasa demikian. Mau itu ibu bekerja atau ibu rumah tangga, saya yakin keseharian ibu – ibu lainnya juga penuh warna, dinamis, serta tak jauh m...