Skip to main content

Lele saus tiram kecap

Selain ikan filet, menurut mama ikan lele merupakan salah satu ikan yang gampang buat didulangin ke anak. Soalnya durinya di tengah, dn gampang ngambilin dagingnya. Tapi tetep ati2 juga ya. Kita aja yg orang dewasa menderita banget klao keselek duri, apalagi anak2 kan. Udah gitu lele rasanya juga gurih (murah pulak). Terus, mama kalo masak ikan lele selalu dibuang kepalanya dulu, dipotong - potong, baru diolah. Soalnya kalo digoreng utuhan gitu suka serem liat kepalanya, kayak ular, hohoh. Klo dipotong - potong dulu lebih eatable dan gampang makannya.

Kemarin mama masakin ini buat Kirana, gk disangka ternyata doyan. Mungkin karena ada manis2 kecapnya itu yg bikin kira mau. Soalnya biasanya kira gk suka ikan. Jadi biar Kirana mau makan ikan, selama ini biasanya mama buat empek2, atau siomay setok di freezer buat camilan Kirana. Kalo udah mulai doyan masakan model gini ya uwes gak usah rempong lagi, heheh.



Bahan
5 buah lele
1 buah jeruk nipis
1/2 sdm ketumbar
2 sdm tepung beras
1 sdt garam

Bumbu
1/2 siung bawang Bombay
2 siung bawang putih
1/2 sdm garam
3 sdm kecap manis
100 ml air
1 sdm margarine
Garam, gula merica secukupnya
1 batang daun bawang iris halus, untuk taburan.

Cara membuat
1. Potong kepala lele, lalu potong lele jadi 3 bagian, lumuri dengan jeruk nipis dan garam, diamkan 15 menit.
2. Cuci bersih lele, taburi garam dan ketumbar, aduk rata, lalu taburkan tepung beras pada permukaan lele.
3. Goreng lele hingga kering, sisihkan.
4. Cincang bawang Bombay dan bawang putih, tumis hingga layu.
5. Tambahkan air, dan bumbu bumbu lainnya, tes rasa sesuaikan selera.
6. Masukkan lele, aduk hingga kuah menyusut.
7. Sebelum dihidangkan, taburi dengan daun bawang.

Comments

Popular posts from this blog

Maksimalkan Cantik Alamimu dengan Perawatan Tubuh Praktis ala Velvy Beauty

Punya suami yang tak romantis itu seringkali membuat diri ini gigit jari. Bayangkan saja, selama 7 bulan pacaran hingga 7 tahun menikah, tak pernah sekalipun ia memberi bunga atau puisi yang sering diharap - harap sang istri.                                         Padahal istrinya ini ingin sekali merasakan berbunga - bunganya hati ketika diberi sekuntum mawar. Setidaknya, setahun sekali lah, pada saat ulang tahun atau wedding anniversary. Meski sudah diberi kode keras, namun tak pernah sekalipun ia mengabulkannya. Sebagai ganti, ia selalu membawa cake ulang tahun untuk dikunyah bersama. Oh my god . Suami saya ini selalu punya pembelaan sendiri kenapa tak pernah mau memberikan bunga untuk istrinya. Katanya, kalau bunga adalah lambang cinta, maka bunga itu pasti layu dan berguguran. Sementara cintanya pada sang istri akan selalu abadi dan berkembang. sumber : tenor.c...

Peduli Kesehatan Diri dan Keluarga, Jadi Smart Milenial Bersama Sequis Life

Bagi yang sudah merasakan manfaatnya, asuransi kesehatan saat ini sudah menjadi kebutuhan yang sama pentingnya seperti kebutuhan sandang, pangan dan papan. Terutama bagi mereka yang memiliki riwayat atau resiko kesehatan atas penyakit tertentu. Namun pemahaman akan pentingnya asuransi kesehatan ini sepertinya belum menyentuh semua lapisan masyarakat. Termasuk generasi milenial yang katanya melek informasi dan adaptif terhadap teknologi. Padahal asuransi kesehatan memiliki peranan lain, selain melindungi diri dari ancaman kesehatan yang mengintai. Apa saja? Dan, asuransi kesehatan seperti apa yang bisa dijadikan pilihan kaum milenial? Sumber gambar : Pixabay.com Milenial dan Asuransi Kesehatan Menurut Wikipedia, milienial adalah generasi yang lahir antara tahun 1980 – 2000. Jika dihubungkan ke masa sekarang, ternyata generasi milenial ini sebagian besar sedang memasuki masa usia produktifnya. Dan sebagian lagi sedang berancang – ancang memasuki usia produktif. Pada u...

4 Strategi "Be Digital" Untuk Meraih Sukses di Era Revolusi Industri 4.0

Akhir - akhir ini pembicaraan tentang revolusi industri 4.0 banyak kita dengar dimana - mana. Sebagian mempersepsikannya sebagai segala sesuatu yang bersifat digital dan online. Padahal revolusi industri 4.0 lebih dari sekedar digital dan terkoneksi secara online. Yuk coba kita kilas balik ke jaman awal mula lahirnya Revolusi industri. Di jaman dahulu nenek moyang kita belum menggunakan mesin, elektronik, ataupun merasakan dunia digital. Semua pekerjaan dan kehidupan masih sangat bergantung pada otot dan tenaga manusia sehingga menjadikan produktivitas maupun kegiatan ekonomi berjalan lambat. Keadaan mulai berubah setelah Revolusi Industri 1.0 sejak ditemukannya mesin uap di abad 17. Pekerjaan yang sebelumnya mustahil dikerjakan tenaga manusia menjadi memungkinkan setelah kehadiran mesin - mesin tadi. Akibatnya produktivitas barang meningkat dengan biaya yang lebih murah. Hal ini membuka banyak inovasi baru, termasuk evolusi mesin dari tenaga uap ke tenaga minyak, ...